6 Strategi Inbound Marketing yang Jangan Pernah Anda Lakukan Lagi

10/23/2015 09:11:00 PM
6 Strategi Inbound Marketing yang Jangan Pernah Anda Lakukan Lagi

Biasanya,admin secara khas berbagi tentang praktik atau cara atau strategi terbaik konsep tentang marketing konten khususnya sehingga Anda dapat melakukannya sampai Anda mahir dengan sendiri. Okay, hari ini mungkin buka khas tapi masih terkait dengan strategi marketing yang baik. Malahan admin akan melakukan pendekatan dari sudut yang berbeda dan menawarkan kepada Anda beberapa langkah praktis yang buruk tentang inbound Marketing dengan harapan Anda tidak akan melakukannya dan berusaha untuk menghindari malapetaka dari inbound marketing.

Sebelumnya admin pernah menulis artikel tentang 6 Kesalahan Marketing Konten yang Harus Anda Hindari.

Berikut hal-hal yang jangan Anda lakukan saat merencanakan strategi inbound marketing terbaik Anda:

1. Memulai tanpa Merencanakan


Anda dapat dengan mudah maemulai perjalana inbound marketing Anda dengan menyetting blog, kemudian mulai menulis dan yang menawarkan konten premium, dilanjutkan dengan membuat Call-to-Action, membangun landing page juga serta mencoba melakukan optimasi kesemuanya dalam satu kali waktu. Ya, memang hal ini merupakan langkah awal dari inbound marketing, namun jika Anda tidak menggunakan strategi dan perencanaan, maka kesemua hal yang Anda tawarkan tersebut tidak akan membantu dalam menghimpun lead atau mengatur kesuksesan Anda di bidang inbound marketing khususnya.

Hanya dengan memiliki tahapan untuk mengimplementasikan strategi inbound marketing yang kuat belumlah cukup; Anda masih perlu membuat planning untuk mengambil tindakan atau action, mengatur tujuan dan menetapkan audien Anda dan mengembangkan konten yang membicarakan kepada mereka dengan cara yang mereka pahami. Gunakan kerangka ini akan membantu Anda mencapai keberhasilan dalam kampanye dan mendapatkan hasil yang lebih baik.

Ingat jangan hanya sekedar melakukan tapi juga mulai dengan merencanakan strategi terlebih dahulu, lalu buat daftar list hal-hal yang harus Anda kerjakan secara bertahap.

2. Gagal Dalam Menetapkan Persona atau Karakter Audien Anda


Jangan hanya menebak siapa yang akan menjadi terget audien Anda, mulai lakukan beberapa riset kecil dan buatlah definisi siapa sebenarnya target audien Anda. Apakah mereka adalah anak sekolah, atau ibu-ibu muda atau pria dewasa yang sudah mapan, tetapkan sekarang juga siapa target audien Anda.

Hal ini sangat penting untuk menyediakan konten yang akan menarik ketertarikan audien Anda; bahkan hal ini juga penting untuk memastikan bahwa Anda menggunakan bahasa dan terminologi yang audien Anda paham dan terkait dengan konten Anda. Maka Buatlah konten dengan menjadikan audien Anda di dalam pikiran. Pikirkan tentang mereka, solusi apa yang mereka butuhkan. Agar dalam membuat konten ini berhasil, maka sangatlah penting untuk menetapkan karakter seperti apa audien yang akan Anda jadikan sebagai target (beberapa perusahaan mungkin memiliki lebih dari satu karakter). Dengan melakukan hal ini akan membantu Anda mengidentifikasi siapa yang membaca konten Anda dan membantu Anda untuk memahami jenis informasi seperti apa yang mereka cari.

Karakter atau persona dari audien merupakan fondasi dari kampanye inbound marketing; dengan mengetahui karakter audien Anda akan membantu mengembangkan strategi konten dan menyediakan tawaran konten premium yang relevan. Memahami pembeli Anda lebih baik, maka kemungkinan Anda menaikkan konversi menjadi customer semakin besar, lebih cepat dan lebih efisien juga.

Definisikan karakter Anda dengan poin-poin berikut:


  • Informasi Demografi Audien
  • Value dan Tujuan
  • Pengalaman keinginan
  • Masalah atau "poin rasa sakit"
  • Pekerjaan audien
  • Seperti apa mereka sehari-hari
  • Sumber informasi
  • Objek umum
Dengan mempertimbangkan poin-poin ini Anda akan memiiki pemahaman yang lebih baik terhadap pengunjung situs Anda, apa yang sebenarnya mereka inginkan dan butuhkan, bukan hanya dilihat dari lokasi geografik dan usia.

3. Menyatukan Semua Konten Anda Secara Bersama


Hal ini seringkali salah paham bahwa semua pembeli tertarik dalam semua tawaran tipe konten premium (PDF, webinar, whitepaper, dll), namun ini bukan kasus yang biasa terjadi. Bergantung pada karakter pembeli Anda, kebutuhan, dan tahap dalam corong sales, mereka mungkin memiliki ketertarikan yang berbeda dalam informasi yang mereka terima.

Sebagai ganti membuat tawaran konten yang melingkupi semua, bagilah konten Anda berdasarkan tahapan sales. Dengan mempertimbangkan konten berada di tahapan sales mana, akan sesuai dengan memetakan level informasi yang tersedia. Pastikan bahwa setiap konten menarik bagi prospek dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Misalnya, beberapa dari pembeli Anda mungkin berada pada tahapan riset dari proses pembelian mereka; hal ini mungkin berarti bahwa mereka menelusuri materi paling atas, yang mana termasuk panduan dan ebook yang memberikan praktik terbaik. Konten tersebut memang bermanfaat, namun masih memberi informasi umum, dan fokus pada jawaban dari pertanyaan, "apa yang saya perlukan?".

Sekalinya pembeli Anda menentukan apa yang mereka perlukan, mereka akan bergerak ke tengah tahapan sales dan mulai berpikir tentang bisnis mana yang menghasilkan. Dalam kasus ini, konten Anda harus meyediakan jawaban dari pertanyaan kelas menengah tahapan sales mereka, dan menjelaskan mengapa perusahaan Anda adalah pilihan yang terbaik. Pertanyan di tahapan ini adalah, "Mengapa saya memerlukan ini dari Anda?", dan jawaban detail ditawarkan melalui studi, webinar dan ebook berdasarkan dari produk atau jasa Anda.

Saat pembeli Anda mencapai tahapan paling atas, mereka tahu apa yang mereka inginkan dan kepada siapa mereka ingin mendapatkannya, dalam hal ini harapannya adalah dari Anda, karena Anda lah yang harus menyediakan konten berkualitas sebagai jawaban dan solusi permasalahan audien.

Sekarang waktunya untuk mengkonversi mereka menjadi customer dan mendorong mereka membayar produk atau jasa Anda. Tahapan ini merupakan kesempatan Anda untuk mulai selling. Beberapa konten level paling atas memasukkan masa coba gratis (free trials), demo's, dan konsultasi.

4. Mengabaikan Penjagaan Lead dan Lead Scoring


Sangat berkesan menghasilkan konten daur ulang dan melihat kunjungan lead yang melimpah, namun Anda harus menghentikannya. Penjagaan lead sangatlah penting dan akan membantu Anda menggerakkan lead Anda melalui tahapan sales. Bahkan proses ini dapat membantu mengkonversi mereka menjadi customer.

Apa itu penjagaan lead?

Penjagaan lead adalah strategi yang digunakan untuk mengambil lead Anda melalui poin berlipat, pastikan mereka tidak lupa tentang bisnis atau solusi yang Anda tawarkan. Tetaplah menulis konten yang relevan dengan pemikiran mereka dengan tetap menawarkan konten daur ulang yang sesuai kebutuhan dan ketertarikan mereka.

Sedangkan lead scoring akan membantu Anda mengidentifikasi lead paling berkualitas, dan akan memberi tahu tim sales Anda saat merka siap untuk follow up. Lead scoring akan membantu perusahaan Anda mengorganisasi antar department atau anggota yang berbeda, dan membuat tim sales siaga dengan kontak oenting sehingga mereka tetap berada dalam penjagaan.

5. Membayar untuk Kampanye yang Tidak Termonitoring


Mungkin dengan menggunakan budget untuk beberapa kampanye di sosial media, tanpa mengetahui mana yang akan memberikan perform terbaik. Hal ini mungkin tak mengapa sebenarnya, namun sebagai bentuk pencegahan dalam menghabiskan budget pada kampanye yang tidak memberikan hasil efektif, inilah saatnya untuk memulai mengukur usaha marketing Anda sebelum menghabiskan lebih banyak!

Bagi marketer modern, hal ini sangatlah penting untuk melacak performa kampanye sehingga Anda dapat membuat keputusan bisnis di masa yang akan datang. Karena sangat lah penting memonitoring kampanye berbayar Anda secara harian untuk menentukan mana yang bekerja secara efektif. Anda akan tahu mana yang harus dilanjutkan dan mana yang harus dihentikan agar tidak membuang budget terlalu banyak.

6. Gagal Berkembang


Apakah Anda masih menggunakan MIRC? Apakah website Anda tidak teroptimasi untuk tampilan mobile? Belum punya akun Google+? Jika jawaban Anda adalah ya, maka sekarang ini saatnya untuk menyusun kembali strategi marketing Anda. Baca: 5 Cara Menaikkan Strategi Marketing Konten Anda!

Inbound marketing berkembang sangat pesat. Jika Anda ingin tetap berada di atas, maka Anda harus berubah sesuai dengan pesatnya perkembangan dunia inbound marketing. Lebih baik lagi Anda perlu melakukan perubahan ini. Perhatikan tentang apa yang sedang menjadi trend di industri Anda, apa yang sedang populer di platform sosial media, update software dan kemajuan program yang Anda gunakan. Jika Anda tahu tentang perubahan ini secepat mungkin, Anda dapat memposisikan perusahaan tetap berada di atas.

Apa Anda masih melakukan kesalahan diatas yang telah admin sampaikan di strategi inbound marketing Anda saat ini? Pertimbangkan menggunakan tips ini untuk menaikkan marketing dan tetap pada jalur yang tepat.

Anda mengetahui kesalahan umum inbound marketing lainnya? Silahkan berbagi dengan kami di kolom komentar bawah berikut. Selamat mencoba!

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

2 komentar

Write komentar
Unknown
AUTHOR
September 3, 2016 at 10:37 PM delete

thanks mas informasinya, ane sedang belajar nih hehe

Reply
avatar
admin
AUTHOR
September 14, 2016 at 11:29 AM delete

Terima kasih mas atas kunjungannya. Sama-sama kami juga masih belajar terus menerus. Salam sukses mas Rizekiawan.

Reply
avatar